Saat melakukan akses yang berhubungan dengan pengguna, biasanya aplikasi akan langsung meminta data yang harus diisi, yaitu pengisian identitas melalui form login. Form login sangat berguna untuk memperoleh akses tertentu, mulai dari bersosialisasi, hingga melakukan pembayaran pada perangkat digital. Jika tidak ada proses login, proses yang berhubungan dengan pengguna akan lebih sulit untuk dikelola. Kali ini Jelas Teknologi akan membahas cara membuat form login sederhana dengan menggunakan bahasa pemrograman kotlin, ikuti langkah - langkah nya yaitu sebagai berikut :

            

1. Buka Android Studio dan Pilih New Project.

2.Pilih Empty Activity dan klik next.

 

3. Ikuti pengaturan sesuai gambar dan klik Finish.



Tunggu beberapa saat hingga Android Studio selesai membuat struktur project...


4. Sebelum membuat form login, buka styles.xml pada folder res/values, dan temukan baris sebagai berikut

<style name="AppTheme" parent="Theme.AppCompat.Light.DarkActionBar">


    Ubah menjadi


        <style name="AppTheme" parent="Theme.AppCompat.Light.NoActionBar">


    Perubahan diatas digunakan untuk menghilangkan header pada aplikasi login.


5. Setelah proses diatas selesai, buka activity_main.xml dan ikuti kode berikut

        <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>

        <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"

          xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"

          xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"

          android:layout_width="match_parent"

          android:layout_height="match_parent"

          android:orientation="vertical"

          android:padding="16dp"

          android:background="@android:color/holo_blue_dark"

          android:gravity="center"

          tools:context=".MainActivity">


          <TextView

             android:layout_width="match_parent"

             android:layout_height="wrap_content"

             android:textSize="36sp"

             android:textStyle="bold"

             android:text="Login disini"

             android:layout_marginBottom="16dp"

             />


          <EditText

            android:id="@+id/et_email"

            android:layout_width="match_parent"

            android:layout_height="wrap_content"

            android:hint="Email"

            android:background="@android:color/background_light"

            android:padding="16dp"

            android:layout_marginBottom="16dp"

            />


         <EditText

           android:id="@+id/et_password"

           android:layout_width="match_parent"

           android:layout_height="wrap_content"

     android:inputType="textPassword"

      android:hint="Password"

           android:background="@android:color/background_light"

           android:padding="16dp"

           android:layout_marginBottom="16dp"

           />

 

        <Button

           android:id="@+id/bt_login_submit"

           android:layout_width="match_parent"

           android:layout_height="wrap_content"

           android:padding="16dp"

           android:text="Masuk"

           android:background="@android:color/holo_blue_light"

            />


        </LinearLayout>


6. Agar form login pada tampilan berfungsi, ikuti kode pada MainActivity.xml seperti berikut

    package com.jelasteknologiblogspot.loginsederhana

    import androidx.appcompat.app.AppCompatActivity
    import android.os.Bundle
    import android.view.View
    import android.widget.Button
    import android.widget.EditText
    import android.widget.Toast

    class MainActivity : AppCompatActivity() {

override fun onCreate(savedInstanceState: Bundle?) {
super.onCreate(savedInstanceState)
setContentView(R.layout.activity_main)
val email:String = "user@gmail.com"
val password:String = "12345"

//inisiasi atribut pada tampilan login
val etEmail:EditText= findViewById(R.id.et_email)
val etPassword:EditText = findViewById(R.id.et_password)
val btLoginSubmit:Button = findViewById(R.id.bt_login_submit)

//menambahkan action button pada form login
btLoginSubmit.setOnClickListener(View.OnClickListener {
if (etEmail.text.isEmpty()||//aksi jika email atau password kosong
etPassword.text.isEmpty()){
Toast.makeText(this,"Isi data pengguna dengan benar", Toast.LENGTH_SHORT).show()
    }
else if(etEmail.text.toString().equals(email)&&// aksi jika email dan password sesuai
etPassword.text.toString().equals(password)){
Toast.makeText(this,"Login berhasil", Toast.LENGTH_SHORT).show()
    }
else{//aksi jika email atau password tidak sesuai
Toast.makeText(this,"Login gagal", Toast.LENGTH_SHORT).show()
     }
     })
    }
    }


7.Setelah selesai, jalankan aplikasi tersebut. Gunakan perangkat AVD Pada Android Studio atau perangkat  yang sudah tersambung dengan ADB.

       Hasil  :

Jika Data Kosong Jika Login Berhasil Jika Login Gagal

              



Mudah bukan? Form ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi yang lainnya, tergantung kebutuhan masing - masing aplikasi. Sekian untuk cara membuat form login         menggunakan kotlin pada android studio, Jika ada pertanyaan atau request bisa     ditambahkan di kolom komentar,              


terimakasih!!!

Untuk sumber kode bisa di unduh disini : https://github.com/fahmifhusin/LoginSederhana





Internet sudah menjadi media informasi yang sangat lengkap, informasi yang kita cari sekarang bisa lebih mudah di dapat. Tetapi karena informasi yang mudah tersebut, informasi pribadi pun mungkin dapat tersebar. Website yang kita kunjungi dan akses mungkin pernah mengambil data pribadi tanpa kita sadari, contoh kecilnya “cookies” dari internet dan history dari aktivitas berinternet seringnya tersimpan pada browser. Identitas pengguna pun terlihat dari negara atau wilayah mana ia mengakses internet. Jaringan pribadi seperti VPN pun hanya menutupi Identitas pengguna, tetapi tidak menutupi aktivitas yang kita lakukan. Untuk berinternet dengan privasi yang baik, jaringan Anonymous menjadi salah satu solusi untuk berseluncur di Web.

Salah jaringan Anonymous yang digunakan secara umum bernama The Onion Router (TOR). Cara kerja jaringan ini menyamarkan  identitas kita dengan pengguna lain yang menggunakan jaringan TOR. Aktivitas yang dilakukan pun biasanya tidak dipantau seperti jaringan Internet biasa. Kekurangannya adalah jaringan TOR tidak secepat internet yang biasa, karena dalam menyamarkan identitas diperlukan tahap tertentu untuk berseluncur aman di internet. Karena tingkat privasi yang tinggi, kita juga bisa menemukan dan mengakses Website yang tidak pernah ada di saluran internet umum, seperti BlackMarket, penjualan Senjata, Jasa Pembunuhan, dll. Tentunya, jaringan ini tidak 100% aman, akan tetapi lebih aman daripada jaringan internet biasa. 

Untuk menggunakan jaringan TOR, kamu bisa download dari Official Website nya "https://www.torproject.org/download/", kemudian Install pada device yang kamu gunakan.

Contoh TOR pada Sistem Operasi Windows

Install TOR pada Windows yang kamu gunakan.

Setelah install kita buka browsernya, lalu akan muncul pop up sebagai berikut, klik saja connect :



Kemudian kamu akan menunggu beberapa saat untuk mengakses jaringan TOR. Jika sudah terhubung, maka kamu akan mendapatkan status sebagai berikut pada “https://check.torproject.org/”:


 Untuk memastikan kita sudah terhubung pada Jaringan TOR, kamu bisa buka website seperti gambar dibawah  :

     https://dnsleaktest.com/

    https://ipsaya.com/

    https://whatismyipaddress.com/


Setelah di cek, ternyata 3 Website diatas menghasilkan lokasi yang berbeda-beda, ini karena jaringan TOR yang mengacak identitas kita saat mengakses sebuah  Website. Kemudian untuk keamanan aktivitas pada TOR, ada tools yang digunakan  pada sudut kanan atas :



Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk berinternet secara aman, penulis hanya menjelaskan salah satu cara yang mudah dan efektif menurut penulis sendiri. Sekian Cara Menjadi Anonymous di Internet

PENGERTIAN ROOT ANDROID 2017

 

  Root adalah proses untuk mendapatkan akses yang lebih tinggi  pada Android, dengan melakukan root, kamu akan mendapatkan akses untuk mengelola sistem pada smartphone, akses root bisa didapatkan setelah kamu me root Android. Proses root pada setiap smartphone berbeda ,tergantung merk dan jenisnya, alasan pengguna melakukan root adalah memodifikasi sistem operasi smartphonenya, baik tampilan,maupun jalannya sistem Android.

  Melakukan root akan menghilangkan garansi smartphone, juga bisa menyebabkan Android mati total pada prosesnya. Akan tetapi, proses root juga bisa sangat menguntungkan jika dikelola dengan benar. Kuncinya adalah seberapa baik user dapat mengelola smartphone. Setelah melakukan root, kamu akan mendapatkan akses penuh untuk mengelola sistem,baik menghapus,mengganti,dan mengatur sistem android dari smartphone.

   Keuntungan dari root android salah satunya dapat menghemat baterai,bisa overclock processor dan GPU,merombak tampilan Android menjadi lebih baik,custom ROM,menghemat kuota internet,dll ,kekurangannya dapat membuat smartphone overheat,boros baterai,komponen rusak,lebih mudah terkena virus ,dan bahkan mati total pada Android.

  Proses root mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri,tergantung penggunanya. Jika kamu tidak terlalu memerlukan proses ini, sebaiknya jangan melakukan root karena resikonya yang tinggi,tetapi jika kamu membutuhkan ,atau penasaran dan ingin mendalami tentang sistem operasi Android,tidak ada salahnya mencoba .




Sekian dan Terima Kasih . . . .